Kamis, 23 Januari 2014



PERI CINTAKU
Aku mungkin telah jatuh, sangat dalam sampai kau tidak tahu. Aku menginginkanmu, Sangat ingin sampai kau pun tak tahu. aku sesak menahan perasaan yang tidak bertepi ini, tanpa ujung dan tanpa tujuan. Aku hanya bersembunyi dari semua kenyataan yang menghadang. Hujan pun tak tahu betapa aku menginginkanmu. Haruskah aku berteriak? Haruskah aku mengumumkannya? Hingga dunia,cakrawala,dan mayat tahu? haruskah? Ya...mungkin walau aku harus menanggung malu telah menjilat ludahku sendiri. Tahukanh kamu aku tertawa, tersenyum,dan bahagia dalam duka?
Keadaan begitu menyedihkanbukan? Bagai menuangkan garam dalam luka. Aku ingin berteriak, tapi lidahku keluh. Terbius oleh ketegangan yang datang. Aku injgin berlari, namun kakiku tak kuat untuk melangkah. Lumpuh dalam ketakutan. Katakan....ku mohon katakan padaku. Satu kata saja cukup. Asal kau berbicara padaku... tak perlu lama dan tak perlu menatapku. Aku hanya ingin satu keluar dari mulutmu untuk diriku. Karena aku tahu kaupun mengnginkanku...
                    Takdir memang kadang tak sejalan dengan harapan. Asa tak selamanya dapat dijalin, dan keaadaan tak selalu berpihak pada kita. Sebuah tembok raksasa memisahkan kita, antara aku dan kau sekat membentang tanpa batas. Bagaimanapun cepatnya aku berlari, sekuat apapun aku berusaha, dan sedalam apapun rasa ini padamu. Aku jua tak akan sampai padamu, begitupun dikau, Kau tak pernah dapat meraihku....
                    Ingatatkah kau dengan pertemuan pertama kita? Pertemuan yang tidak pernah kita duga sebelumnya akan menumbuhkan benih cinta pada hatiku dan hatimu. Dimana di kala itu, di bawah gerimis di kota tua kita berjumpa dengan pakaian yang sama-sama basah tersiram air hujan yang tak kenal toleransi.  Bibirmu bergetar, dan kau mendekap sebuah map di dadamu, aku tahu map itu pasti sangat berharga untukmu. kaupun tersenyum padaku, senyum orang asing yang ramah.  dan  aku membalasnya, entah kenapa....
                    Pertemuan singkat itu mendapat ruang dalam hatiku, tiap malam, dalam mimpi senyum itu selalu hadir. Sangat indah hingga terkadang ingin rasanya tak bangun. Tapi ya..itu hanya mimpi bukan?dan Setiap mimpi pasti akan kembali pada kenyataan. Hingga pada suatu hari senin kita kembali berjumpa di toko buku. Ini mungkin takdir atau hanya kebetulan, tapi yang jelas aku bahagia dan kaupun kembali tersenyum, senyum yang sama di kota tua itu....
1 minggu, 2 minggu, 1 bulan, dan 3 bulan. Ya...3 bulan sudah setelah pertemuan di kota tua itu, semuanya terasa begitu indah bagiku, bahagia sampai-sampai aku tak tahu lagi melukiskannya. Benih itu telah tumbuh dan bersemi. Iya kan? Di hatimu pun pasti begitu, aku tahu...karena kau pernah mengatakannya. Kita hampir tiap hari bertemu, berjalan, bercanda, dan tertawa bersama, dan aku tahu kita sama-sama menikmatinya...
                    Dan masih ingatkah kamu dengan hari minggu kelam itu? Hari dimana kamu menunjukkan tembok raksasa pemisah kita. yang membuat rongga dadaku sesak, hampir tak bisa bernafas. Gemetar, sampai tangispun tak dapat jatuh. Pucat, dan sangat pasi. Masih ingatkah kau perkataanmu? Masih ingatkah kau dengan apa yang kau tunjukan padaku? Dan masih ingatkah kamu tempat apa yang kita datangi kala itu? Hari tu terkuak sudah tentang apa yang selalu membuatmu gelisah...
Ya...Kita berhenti di depan sebuah gereja, kau mengeluarkan sesuatu dari kantung kemejamu, dan itu adalah  kalung salib. Kau menatapku sendu,sangat sendu... wajahmu diliputi mendung. Tanpa kau beri penjelasanpun aku telah tahu hanya dengan melihat kalung itu, namun aku  menjadi bodoh... sehingga aku bertanya padamu dan berharap agar kau menjawab bahwa apa yang ku kira itu adalah salah. Tapi apa.... kau diam...dan diammu membenarkan asumsiku. Aku ambruk, Tapi tak jatuh. dinding itubenar-benar telah berada di depan mata kita, sangat dekat . sampai-sampai aku tak bisa memengang jemarimu. Lama kita saling berpandangan dengan sungai kecil di pipi kita, aku membisu dan begitupun kau. Aku tak tahu harus mengatakan apa dengan kenyataan itu, sampai kaupun berkata “ aku menyukaimu bukan sekedar sebagai teman, maka aku menunjukkan ini, jati diriku. Aku tak bisa bersamamu  karena perbedaan ini. Aku melakukan ini bukan untuk menyakitimu,aku hanya tak ingin rasa yang kita rasakan ini semakin dalam dan pada akhirnya jelas akan lebih menyakitkan.kenyataannya, aku jelas-jelas  tak bisa berpaling keyakinan karena aku percaya dengan tuhanku, dan aku juga yakin kaupun begitu kan?. Jujur saja Awalnya kupikir aku bisa membujukmu untuk ikut denganku, namun mendengar apa yang kau sering ceritakan kepadaku tntang tuhanmu membuatku ragu untuk melakukannya. Ada rasa bersalah yangmenyelip batinku, dan rasa bersalah itu jelas mengekangku.ini sungguh pedih...sangat pedih untukku dan untukmu. Tuhan mungkin satu..,tapi kita yang berbeda. sekali lagi maafkan aku”. Kala itu air mataku tak terbendung lagi mendengarmu, aku sungguh lunglai dengan kenyataan yang harus kita hadapi. Lonceng gereja terdengar bebrapa kali dan kau masuk ke dalam gereja tanpa kata-kata, meninggalkanku yang terpaku.
Semenjak saat itu sampai saat ini kita tak pernah bertemu lagi, kau menjauh begitupun aku. Mungkin karena kita sama-sama menyadari  takdir yang telah di suratkan. Meskipun harus kuakui rasa padamu tak pernah luntur. Rasa ini masih sama dengan rasa yang dulu, Bagaimana dengaanmu? Sudah kau lupakankah aku?. Aku takut mendengar jawabannya, karena walau jawabannya yes or no maka dampaknya akan sama-sama menyakitkan. Iya kan?. Aku disini memang masih menantimu, menanti kata yang ingin kau ucapkan untukku. Cukup satu saja, tak usah menatap ku dan tak usah lama, aku hanya ingin mendengarnya... kata apa saja.
Waktu mungkin bisa menjawab semuanya, dan aku akan berjalan bersama waktu untuk melupakanmu. Kami akan bersama-sama menghapus kenangan 3 bulan itu. Dan aku akan selalu tegar seperti pohon,sekuat baja, dan setangguh batu karang. Satu lagi yang aku sadari: kamu dan aku itu seperti bulan dan matahari yang tidak akan pernah bisa bersatu di atas langit yang sama....

Jumat, 17 Januari 2014

welcome to my blog....

selamat datang semua, blog ini adalah blog baru milik saya, saya berharap lewat di sini kita dapat berbagi cerita-cerita tentang kita. bagi saya ini adalah pertama kalinya saya menenal dunia ini. sekali lagi hello